Sabtu, 20 April 2013

Sempat Sentuh 5012, IHSG Kembali turun 14 Point

Pasar modal Indonesia tampaknya belum cukup kuat untuk bertahan di level 5.000. Indeks yang dibayangi aksi ambil untung akhirnya harus kembali melorot ke level 4.900. Jelang akhir pekan, penutupan perdagangan saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 14,17 poin (0,28%) ke level 4.998,46. Pelemahan indeks mendorong saham bluechips ikut turun 0,31%.
Pelemahan indeks kali ini mendorong 154 emiten mengalami koreksi harga sementara 97 lainnya bergerak stagnan. Namun, 110 emiten masih beruntung bisa mengantongi kenaikan harga. Perdagangan saham kali ini mencatat transaksi 148.868 kali dengan saham berpindah tangan sebanyak 6,62 miliar. Total nilai transaksi saham mencapai Rp 6,63 triliun.

Pelemahan IHSG ini berbeda dengan saham-saham utama di kawasan Asia yang justru menguat. Penguatan dialami indeks HSI yang melonjak sebesar 2,33% dan Nikkei 0,73%. Sementara bursa saham Singapura, STI, melemah 0,07%. Pergerakan IHSG hari ini memang dimulai kurang meyakinkan ketika pembukaan perdagangan justru mendorong indeks melemah sekitar 8 poin ke level 5004,57. Namun indeks mampu kembali bergerak ke zona hijau dan melanjutkan penguatannya di level 5.000.

Pada perdagangan sesi pertama ini, indeks bahkan mampu mencetak rekor tertingginya di posisi 5.023,7. Hingga penutupan perdagangan sesi pertama, IHSG masih mampu menguat tipis 7,3 poin (0,15%) ke level 5.019,944. Memasuki sesi kedua, tanda-tanda pelemahan indeks mulai terlihat sejak pembukaan perdagangan. Meski sempat bergerak di zona hijau sekitar satu jam, indeks tak mampu menahan tekanan sehingga terjun bebas ke zona merah. Bahkan pelemahan IHSG tergolong tajam menjelang penutupan perdagangan saham. IHSG akhirnya ditutup melemah ke level 4.998,46.
Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan pada perdagangan kali ini. Pelemahan terbesar dialami emiten sektor pertambangan yang turun 1,21% diikuti industri dasar 0,63%, industri aneka 0,53%, barang konsumsi 0,4%, dan poerdagangan 0,37%.
Tercatat hanya dua sektor yang bergerak di zona hijau yaitu pertanian dan konstruksi masing-masing sebesar 0,22% dan 0,27%. Saham-saham yang mencetak pencetak rekor tertinggi kali ini adalah ITMA Rp 1,.350, TOWR Rp 950, AALI rp 350, BSWD Rp 310, dan NIPS Rp 250. Di daftar pencetak penurunan terbesar atau top losser terdapat saham-saham seperti DLTA Rp 5.000, GGRM Rp 1.550, MYOR Rp 1.250, ITMG Rp 1.100, dan HMSP Rp 650.(Shd)

Sumber : Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar